Hetih Rusli

Siapa yang disini tidak mengenal Mbak Hetih Rusli?

Beliau adalah Penerjemah buku Trilogi The Hunger Games yang sekarang sedang meraih sukses dalam penjualannya di dunia, termasuk di Indonesia. Perjalanan yang cukup panjang bagi buku ini untuk bisa meraih gelar BEST-SELLER di Indonesia, apalagi sebelumnya belum banyak yang tertarik dengan buku bertema dystopian ini. (Simak wawancara kita dengan Mbak Hetih disini)

Yuk kita simak perjalanan Mbak Hetih dalam membawa buku Hunger Games ke Indonesia, sampai bisa meraih gelar BEST SELLER BOOK (sekarang sudah cetak ulang yang ke-5 kali!):

Seperti apa rasanya kelaparan selama 2,5 tahun? Hm, saya jadi membayangkan derita Katniss yang bertahun-tahun menanggung beban menghidupi keluarganya. Dia berburu sejak usianya 12 tahun untuk memberi makan adik dan ibunya. Dan ketika adiknya terpilih menjadi peserta The Hunger Games, tempat anak-anak berusia 12 sampai 18 tahun diharuskan bertarung sampai mati di arena, Katniss Everdeen mengajukan diri menjadi sukarelawan menggantikan sang adik.

Dua setengah tahun berlalu sejak The Hunger Games pertama kali diterbitkan di Indonesia pada bulan Oktober 2009. Di Amerika Serikat sendiri, novel trilogi karya Suzanne Collins ini pertama kali terbit tahun 2008 dengan oplah cetakan pertama 200.000 eksemplar. Sejak saat itu saya menanti novel trilogi bestseller di Amerika Serikat ini menjadi buku laris di Indonesia.

Ketika pertama kali memutuskan untuk menerbitkan The Hunger Games, buku aslinya yang berbahasa Inggris baru saja terbit di Amerika Serikat. Kala itu, The Hunger Games belum meniupkan terompet emasnya ke jenjang buku laris. Tapi saya membacanya dan jauh di dalam lubuk hati saya ada sepercik keyakinan bahwa buku ini akan jadi buku laris mega bestseller selevel Twilight dan Harry Potter.

Saat itu pula, walau bukunya belum habis saya baca, saya tidak bisa membayangkan ada orang lain yang menerjemahkan buku ini selain saya. Rasanya nggak rela… saya keburu jatuh hati pada Katniss dan Peeta.

Tapi ternyata respons pasar di Indonesia kala itu dan ketika menerbitkan buku keduanya – Catching  Fire – setahun berikut pada tahun 2010, seperti kerupuk yang kena angin… alias melempem. Padahal saya sudah yakin seyakin-yakinnya bahwa Trilogi The Hunger Games akan jadi buku laris.

Puncaknya adalah ketika pada awal tahun 2011, sejumlah toko buku Gramedia memutuskan mengobral buku yang (semestinya) laku keras itu, demi menghabiskan stok. Di gudang sendiri masih ada ribuan buku yang nangkring bergeming manis di angka menakjubkan.

Jangan tanya seperti apa deh saya setiap kali rapat menyinggung The Hunger Games tahun lalu. Mau nangis malu, mau ngumpet nggak ada meja yang cukup besar untuk bersembunyi.

Masalah besar bagi saya adalah, saya masih yakin bahwa The Hunger Games akan jadi buku laris. Tak ada keraguan sedikit pun dalam hati bahwa ini buku yang bagus, cuma pembaca memang belum tahu saja. Walaupun jika dilihat dari angka penjualan saya seperti mengawang-awang mimpi di siang bolong. Tapi kadang ada sedikit percik keyakinan setiap kali ada yang bilang betapa dia menyukai The Hunger Games.

Jika ditanya bagaimana saya bisa yakin kenapa buku ini bagus dan kenapa harusnya jadi laris, saya harus bercerita sedikit tentang almarhum Listiana Srisanti, atasan pertama saya ketika masuk Gramedia Pustaka Utama. Tentang betapa yakinnya beliau pada Harry Potter ketika semua orang ragu bagaimana mungkin anak-anak mau membaca buku tentang penyihir yang tebalnya 500 halaman? Beliau mengajari saya untuk percaya pada kata hati dan insting. Dan inilah yang saya lakukan terhadapThe Hunger Games. Saya merasa belum saatnya menyerah.

Keberuntungan akhirnya berpihak pada saya, ketika Lionsgate memutuskan untuk memfilmkan The Hunger Games dan dirilis Maret 2012. Kami sengaja mengundur waktu terbit Mockingjay (buku ketigaThe Hunger Games) walau segelintir fans fanatik sudah meneror karena seharusnya Mockingjay terbit Juni 2011.

Pengunduran rilis sampai Januari 2012 memang tujuannya untuk mendompleng popularitas film. Karena kalau trilogi ini sudah terbit setengah tahun lalu, kemudian dicap sebagai buku “bergeming” di toko buku, matilah saya seperti dicabik-cabik mutt.

Tanggal 22 Maret 2012 film The Hunger Games sudah dirilis di Indonesia bersamaan dengan terbitnyacover film buku ini. Kini, bahkan anak SD-SMP berlomba-lomba membacanya. Kini, bahkan beberapa toko buku kehabisan stok The Hunger Games karena banyaknya permintaan. Kini sudah saatnya saya bisa mengembuskan napas lega yang sudah saya tahan selama 2,5 tahun.

Editor tidak hanya bekerja dengan kata-kata. Editor yang baik itu memiliki insting dan penciuman terhadap buku laris jauh sebelum buku itu menjadi laris, demikian ucapan Mbak Listiana sebelas tahun lalu ketika saya masih anak baru.

Kalimat tersebut selalu menjadi panduan saya memilih buku untuk diterbitkan. Dari The Hunger Gamesjuga saya belajar bahwa kita tidak bisa memaksakan bestseller. Pembaca tidak bodoh, mereka tahu mana buku bagus, tapi kadang memang “odds (not yet) in our favor”. Tapi saya percaya buku bagus akan menemukan jalannya ke hati pembaca dan mendekam di sana.

Saat tulisan ini dibuat, The Hunger Games masuk cetakan keempat dan akan dirilis boxset-nya tanggal 2 April 2012 di Indonesia. Film Catching Fire akan rilis November 2013. Hingga saat itu tiba… kita masih punya banyak waktu untuk mengejar ketinggalan.

Sampai saat ini, buku The Hunger Games sendiri sudah terjual 24 juta eksemplar di Amerika Serikat saja, duduk selama 160 minggu di daftar buku laris NY Times, dan telah diterjemahkan ke 26 bahasa dan dijual ke-43 negara.

Buat teman-teman yang sudah membaca novel The Hunger Games sebelum tahu ada filmnya, salam tiga jari untuk kalian. Buat yang baru baca, kini dimulailah The Hunger Games yang ke-74. Semoga keberuntungan menyertai kalian semua.

(Source: Mbak Hetih & Berita Satu)

About Komunitas Indo Hunger Games

The Hunger Games Indonesia, known as Indo Hunger Games, since September 8, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s