Lebih dari dua minggu yang lalu, para Roleplayers Indo Hunger Games menggelar kontes bertajuk ‘LETTER TO IHG ROLEPLAYERS’. Dalam kontes ini, Tributes (Sebutan untuk fans Hunger Games) mengirimkan surat kepada salah satu roleplayers IHG (Peeta, Katniss, Finnick atau Annie) dengan tema bebas untuk memperebutkan satu buah CD Soundtrack The Hunger Games: Songs From District 12 and Beyond + mendapatkan surat balasan dari Roleplayers.

Berikut surat Kartika Mahendra S, pemenang #LTIHGRP yang berisi surat komplain pelayanan Mellark Bakery:

Dengan hormat, Tuan Peeta Mellark. Bersama surat ini saya ingin menyampaikan rasa keberatan saya terhadap pelayanan yang amat tidak memuaskan dari toko anda.

Pada hari Senin minggu lalu, saya ingin membeli sebuah roti isi cokelat keju di toko anda. Saya dilayani oleh salah satu pelayan anda. Saya tidak tahu siapa namanya, yang jelas ia berambut hitam dan berkulit cokelat. Dan matanya berwarna kelabu.

Sepertinya sih saya kenal dia. Wajahnya terlalu familier tapi juga terlalu sulit untuk diterka namanya.

Mungkinkah mirip artis Panem?

Ah, entahlah. Saya jarang menyaksikan televisi. Terlalu banyak sinetron tak masuk akal di dalamnya. Oh, sudahlah. Mari kita kembali ke permasalahan awal.

Harus saya katakan secara jujur, pelayanan yang diberikan gadis itu buruk sekali. Ia bahkan tidak tahu yang mana roti yang berisi keju dan yang mana yang berisi cokelat. Selain itu, ia samasekali tidak tersenyum pada saya yang notabene adalah pelanggan. Wajahnya nyaris masam. Sungguh tidak enak dipandang.

Tidakkah anda mengetahui bahwa pembeli seharusnya dilayani layaknya raja?

Apakah anda memberinya gaji yang kurang? Apakah urat senyumnya terputus? Sebaiknya anda selaku majikan mencari tahu lebih lanjut kepada yang bersangkutan mengenai hal itu.

Sewaktu saya mengkritik sebuah roti yang tampak lain dari biasanya—rotinya sedikit tidak terbentuk dengan baik—ia langsung mengomeli saya. Alih-alih mendengarkan, pelayan anda itu malah menguliahi saya mengenai betapa tidak bersyukurnya saya. Betapa saya tidak menghargai makanan dan betapa diluar sana masih banyak rakyat Panem yang nyaris mati kelaparan gara-gara tidak mampu atau tidak bisa memperoleh makanan.

Saya tidak boleh protes hanya karena sebentuk roti yang kurang sempurna selagi itu masih layak dimakan, katanya.

Saya sampai tercengang. Kaget. Terperangah dan tak kuasa berkata-kata.

Airmata saya nyaris menetes.

Di dalam hati, saya menjerit, “LHO? SALAH SAYA APAAAAA??”

Padahal saya hanya menyampaikan kritik, agar di kemudian hari tidak terjadi kesalahan seperti itu. Jujur, saya tidak terima diperlakukan seperti ini. Saya baru melihat ada pelayan yang se-belagu ini. Kamseupay sekali pelayan anda ini.

Anda tidak ingin kehilangan pelanggan, bukan?

Setelah itu, saya pulang ke rumah untuk makan siang dengan roti yang saya beli dari toko anda. Masih dengan wajah cemberut, pelayan anda itu bahkan tidak memberikan kembalian uang dengan baik. Jujur, melihat ekspresi wajahnya yang mengkerut seperti itu, selera makan saya langsung melorot hingga ke mata kaki.

Padahal sewaktu Tuan Mellark masih memegang toko ini, saya selalu medapat spesial diskon hingga membuat saya betah untuk membeli kebutuhan pangan di tempat anda. Bahkan terkadang mendapat promo beli satu gratis satu. Lumayan, kan? Tuan Mellark  juga selalu tersenyum dan ramah terhadap pelanggan. Tidak seperti gadis pelayan anda itu.

Intinya, saya sangat kecewa. Namun berhubung di Distrik 12 tidak ada lagi toko roti lain selain toko anda, jadi yah saya tidak punya pilihan lain.

Saya melayangkan surat komplain ini karena sepertinya anda sendiri yang harus turun tangan dalam menangani gadis itu. Karena ketika saya mengancam akan melaporkan pada atasannya, ia malah tersenyum mengejek dan berkata, “Silahkan saja. Dia takut padaku, kok.”

Lihat? Betapa menyebalkannya pelayan anda itu. Huh. Pokoknya saya gak mau tau, anda harus segera mengambil tindakan atas gadis itu, atau kalau tidak, saya akan mengadukan komplain ini di surat kabar Seputar Panem.

Sincerely,

Pelanggan Yang Dikecewakan.

Berikut surat balasan dari Roleplayers Peeta:

Untuk Kartika,

             Saya nyaris saja menjatuhkan senampan penuh roti daging yang baru selsai dioven ketika membaca surat anda, saya benar-benar terkejut mendengar keluhan anda tentang ketidaksopanan salah seorang pelayan di toko roti, karena surat anda bukanlah surat keluhan yang pertama yang saya baca.

            Tak ada lagi kata lain yang dapat saya ucapkan selain ‘Maaf’, saya sangat memohon kepada anda untuk memaafkan perilaku salah seorang pelayan saya. Dan, umm, tentu saja anda mengenalnya, ia Katniss, Katniss Everdeen, gadis yang memenangkan Hunger Games ke-74 bersama saya.  

            Saya sangat memohon kepada anda untuk tidak melakukan komplain kepada surat kabar di seluruh Panem, hal itu dapat sangat menjatuhkan pandangan masyarakat terhadap toko roti saya, yang merupakan satu-satunya ladang emas bagi keluarga kami.

            Pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara kami akhir-akhir ini, jadi mungkin Katniss sedikit ‘terbawa’ oleh suasana pertengkaran kami dirumah. Saya benar-benar minta maaf karenanya, dan saya tidak ingin kehilangan satu lagi pelanggan terbaik saya. Adakah sesuatu yang dapat saya lakukan untuk menebusnya?

Salam permohonan maaf,

 

Peeta Mellark.

About Komunitas Indo Hunger Games

The Hunger Games Indonesia, known as Indo Hunger Games, since September 8, 2011.

2 responses »

  1. loveratri13 says:

    ROTFL hahahah
    kreatif banget deh xD

  2. R4ch3l09 says:

    wkwkwkwkwkwk

    rotinya sayang, yg d jatuhin…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s