thxgiving

Lionsgate merupakan salah satu perusahaan film independen terbesar yang telah memproduksi ratusan film yang didistribusikan ke banyak negara di dunia. Sebut saja Fahrenheit 9/11,The PunisherSaw,The Last Exorcism, serta film terbarunya Warrior dan Abductionyou name it.

Dan saat Lionsgate menyatakan bahwa mereka akan membuat film adaptasi dari Trilogi The Hunger Games, para penggemar novel  karya Suzanne Collins itu pun bersorak-sorai menyambut berita tersebut. Tak lupa, Lionsgate juga ikut melibatkan Suzanne Collins dalam pembuatan film The Hunger Games, dan berjanji tidak akan mengecewakan para penggemar. Serentak para Tributes (Sebutan untuk para Fans The Hunger Games) pun menerima Lionsgate untuk memproduksi film adaptasi tersebut dengan senyuman lebar.

Tetapi, apakah kalian pernah penasaran, seperti apa sih dalamnya rumah produksi Lionsgate?

Meet Arman Tjandra, salah satu orang Indonesia yang berdomisili di Los Angeles dan bekerja di Lionsgate! Kak Arman juga seorang Tributes, loh! Kami tidak sengaja menemukan blog-nya saat ia bercerita tentang Meeting Day di studio Lionsgate yang membahas tentang Sketsa Film The Hunger Games (Wah, udah dapet bocoran nih, kayaknya :p)

Simak wawancara kita dengan Kak Arman yang super-funny dalam berbagi pengalamannya bekerja di Lionsgate dan pandangannya tentang The Hunger Games!

Tell us about yourself, Kak Arman! 

Saya lahir di Surabaya dan pindah ke Jakarta waktu SMP. Sampai akhirnya 4 tahun yang lalu pindah ke Los Angeles dan menetap disini sampai sekarang. Status menikah dan punya 2 anak yang lucu-lucu (the youngest one was just born this past July). Even though sometimes life can be challenging, but I can say that I am so blessed and very happy with my life.🙂

Kegiatan Kak Arman saat ini?

Kegiatan saya saat ini sedang giat latihan untuk jadi astronot di NASA. Percaya nggak?😛

Jangan ya.. jangan percaya! Hahaha. Kegiatan saya ya biasa-biasa aja seperti keluarga lain pada umumnya. Kerja, mengurus anak, dan diurus istri…😀 Dan di waktu senggang, saya suka main piano (terobsesi pengen jadi musisi tapi nggak kesampean).

Share ke kita dong tentang Pengalaman Kak Arman bekerja di Lionsgate🙂

Sebenarnya pekerjaan saya di Lionsgate tidak beda jauh dengan kerja di tempat lain, karena pekerjaan saya di IT yang berhubungan dengan Finance Accounting, bukan di bagian produksi atau kreatif yang berhubungan dengan produksi film-film. Tapi mungkin yang membedakan ya suasananya, ya. Misalnya kalau di sini tuh ya seluruh tembok kantor penuh dengan poster-poster film. Jadi, tiap masuk kantor rasanya kayak masuk bioskop. Lucu ya?

Apalagi Lionsgate kan banyak produksi film-film horor juga. Jadi ya tabah-tabah aja kalo tiba-tiba ada poster nya The Last Exorcism atau The Grudge segede gaban ditaruh di tembok pas didepan cubicle kita. Sedap deh pemandangannya…😛

Yang mungkin unik juga adalah di sini ada bioskop kecilnya, yang disebut Screening Room. Dan setiap kali Lionsgate mengeluarkan film, kita dikasih kesempatan untuk menonton dulu beberapa hari sebelum film itu keluar di pasaran. Jadi nggak sabar nunggu film nya The Hunger Games keluar!

Bulan Juni lalu, Kak Arman menulis di blog tentang pengalaman Kakak saat pertama kali membaca buku dan melihat sketsa film The Hunger Games di Lionsgate. Pendapat  kakak saat itu apa?

Waktu itu saya baru sekedar tahu saja tentang The Hunger Games karena di Employee Meeting sebelum-sebelumnya pernah diinformasikan kalau Lionsgate membeli hak untuk memproduksi film The Hunger Games yang diadaptasi dari novel yang best seller ini. Waktu pertama kali tahu tentang The Hunger Games, saya belum tergerak untuk membaca novelnya walaupun sudah mulai banyak denger dari teman-teman kalo novel ini bagus.

Nah pas meeting di bulan Juni lalu yang dikasih liat sketsa film itu pun saya masih belum terlalu excited dengan The Hunger Games, tapi ternyata sekeluarnya dari meeting itu, ada bertumpuk-tumpuk novel The Hunger Games yang boleh dibawa pulang (By the way, saya ngambil 2 nih novelnya. Yang satu lagi dipikirkan untuk dijadiin giveaway di blog😀)

(IndoHungerGames: BOLEH NIH! :p)

Dan mulailah saya membaca novel The Hunger Games-nya di rumah dan itu jadi titik balik saya yang tadinya biasa-biasa aja dengan The Hunger Games berbalik menjadi fans berat!

Pendapat Kak Arman tentang Buku The Hunger Games?

 Waduh… pendapat saya sih tak terlukiskan dengan kata-kata *lebay*😛

Pertama kali ngebaca buku The Hunger Games, nggak bisa berhenti!!! Ini buku bagus dan seru banget! Bacanya nggak bisa berhenti dan pas habis (baca) bikin sedih. Bukan karena ceritanya sedih, tapi sedih karena kok bukunya habis sih… Rasanya nggak rela gitu kok bukunya habis!

Rasanya selama ini (yah walaupun saya nggak bisa dibilang sering banget baca buku), buku yang berhasil bikin saya nagih itu cuma A Time To Kill nya John Grisham, Harry Potter And The Goblet Of FirePerahu Kertas nya Dee Lestari, dan yah The Hunger Games ini.

Dan selama ini dari semua orang yang saya kenal yang sudah baca The Hunger Games ini juga berpendapat sama. Buku ini bagus! Belum pernah saya ketemu orang yang sudah baca The Hunger Games dan bilang bukunya jelek.😀

Pendapat Kak Arman tentang Trailer The Hunger Games yang terbaru?

I loved it!!! You know what, I watched the trailer 4 times!

Walaupun tadinya berharap akan lebih banyak keliatan special effect nya, tapi yah mungkin itu disimpan biar kita nanti nonton di filmnya ya. But overall, the trailer was awesome because it was telling us the story. Mulai dari adegan Katniss di hutan bareng Gale, lalu adegan reaping dimana Katniss volunteer menggantikan Prim, sampai mereka ke Capitol untuk persiapan, dan ending trailernya yang memperlihatkan adegan mereka memasuki arena itu bener-bener a great way to end the trailer! It really made you want to see more! Bikin kita jadi super duper excited!

Diantara ketiga buku The Hunger Games (The Hunger Games, Catching Fire dan Mockingjay), Kak Arman paling suka yang mana?

Paling suka sama The Hunger Games! Menurut saya (tapi ini opini pribadi aja lho ya), Catching Fire bagian awalnya terlalu slow, baru bagian belakangnya seru. Dan terus terang I’m not really fond of Mockingjay book. It’s still good but not great like The Hunger Games. Sekali lagi, ini cuma opini pribadi ya.

Ada yang bisa di share dari Lionsgate tentang perkembangan film The Hunger Games ? *wink*

So far sih belum ada. Tapi kalau ada, pasti saya akan share ke The Hunger Games Indonesia.🙂

Pesan Kak Arman untuk para fans The Hunger Games di Indonesia?

Hmm apa ya… Yah kita sekarang sama-sama counting down menunggu film The Hunger Games-nya keluar nanti bulan Maret ya! Dan jangan lupa lho… nanti nontonnya di bioskop, jangan beli DVD bajakan!😀

Dan terima kasih banyak buat admin komunitas The Hunger Games Indonesia yang sudah membuat fansite ini. Bener-bener membantu banget buat kita para fans nya The Hunger Games untuk selalu update dengan berita-berita terbaru seputar The Hunger Games!

(IndoHungerGames: Sama-sama, kak Arman! Kita juga terima kasih banyak loooh. Salam untuk Mbak Esther, Andrew dan Emma!😀)

 

 

 

One response »

  1. […] ARMAN TJANDRA (Indonesian Man Who Works for Lionsgate) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s