Mbak Hetih @ Vote For Mockingjay (Dokumentasi IHG)

The Hunger Games – karya seni Utuh yang Memiliki Struktur Cerita Sendiri 

Membandingkan film yang diangkat dari sebuah buku yang merupakan mahakarya jelas kalau dicari-cari akan kita temukan kelemahan dan kelebihannya. “The Hunger Games“, kini sudah masuk jajaran film yang memiliki penggemar sendiri sebagaimana “The Lord of the Rings” dan “Harry Potter”. Jadi daripada saya membanding-bandingkan,  saya akan coba menarik kesimpulan tentang film “The Hunger Games” yang diangkat dari buku 1 trilogi karya Suzanne Collins ini.

Dalam film “The Hunger Games” yang secara keseluruhan saya beri nilai 8,5, nilai tertinggi jelas jatuh pada Jennifer Lawrence. Dialah Katniss Everdeen sejati di layar lebar. Setiap kali dia bergerak, mata penonton selalu mengikuti. Saat dia mengajukan diri menjadi relawan menggantikan adiknya, Primn dalam Pemungutan, penonton langsung jatuh simpati.  “Winter’s Bone”–film yang mengangkat nama Jennifer Lawrence ke nominasi Oscar–membuktikan bahwa gadis ini memang bisa berakting, bukan sekadar kebetulan.

Untuk Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth yang berperan sebagai Peeta dan Gale… Hmm. Saya adalah penggemar Joss sejak dia masih aktor cilik di “Zathura”. Juga film terakhir Josh, “The Kids Are All Right”, bikin saya pengin ngacak-ngacak rambutnya. Walau saya tidak suka Liam karena menurut saya dia cuma modal ganteng, tapi setelah melihat penampilan  keduanya di layar, saya menganggap mereka pilihan tepat berperan dalam film ini. Josh memiliki karakter cowok lembut baik hati sebagai Peeta dan Liam sebagai cowok keras yang memendam luka sebagai Gale.

Film juga mengangkat sesuatu yang penting dari buku, sesuatu yang tak bisa kita lihat dari buku yang ditulis dari sudut pandang orang pertama, yaitu Katniss. Di sini kita melihat sudut pandang bergerak tidak hanya dari Katniss Everdeen, tapi dari beragam sisi bahkan dari Presiden Snow, sang antagonis. Inilah satu hal yang digarap apik oleh trio penulis skenario, yang kebetulan salah satunya adalah Suzanne Collins, sang novelis.

Sutradara Gary Ross sendiri dengan piawai menampilkan adegan sadis pembantaian di Cornucopia dengan kamera yang bergerak cepat sehingga remaja-remaja yang saling membunuh di awal pertarungan pun tidak memberi kesan berdarah-darah dan keji. Inilah satu yang juga saya sukai dari film ini. Walau bentuk Cornucopia-nya kelihatan murahan, tapi adegan di sana dibuat dengan apik.

Terakhir, soundtrack. Taylor Swift and The Civil Wars sukses “memindahkan” film dalam bentuk lagu “Safe and Sound”. Lagu ini menyayat dan bernuansa Distrik 12. Perfect. Dua nama top lain macam Miranda Lambert dan Maroon 5 juga jadi pilihan tepat untuk membuat OST “The Hunger Games” terkesan Amerika Utara pada era dystopia.

Puaskah saya dengan film “The Hunger Games”? Tentu. Apakah ini film yang sempurna mengadaptasi bukunya? Jelas tidak. Tapi film ini merupakan satu karya seni utuh terpisah dari buku, karena film “The Hunger Games” memiliki struktur cerita sendiri dalam membentuk dasar film berikutnya dari buku kedua trilogi ini. Dan tentunya saya tidak sabar menantikan film  “Catching Fire” tahun 2013.

Film: The Hunger Games
Sutradara: Gary Ross
Produser: Nina Jacobson, Jon, Kilik
Pemeran Utama: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Stanley Tucci
Penulis Skenario: Gary Ross, Suzanne Collins, Billy Ray
Musik: James Newton Howard
Durasi: 142 menit
Tahun: 2012
Produksi: Lionsgate

Hetih Rusli, Penerjemah Trilogi The Hunger Games di Indonesia-

(Twitter: @hetih)

2 responses »

  1. […] menu Skip to content HomeMOVIE REVIEWTHE HUNGER GAMESHETIH RUSLI (Penerjemah Trilogi The Hunger Games)RATNA DEWI (Copywriter Megindo (Cinemags, Kiddo, dll))ESVANDIARI SANT […]

  2. Yoses Rivano Bakara says:

    bener banget komentarnya mbak hetih rusli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s